Maleo (Macrocephalon maleo) merupakan burung unik dan endemik Sulawesi. Di Sulawesi Utara ada beberapa lokasi yang ideal untuk melihat aktifitas bertelur burung yang dilindungi ini. Lokasi tersebut merupakan site penelitian yang dikelola oleh Wildlife Consrvation Society dan Pelestarian Alam Liar Sulawesi. Terdapat 3 tempat untuk melihat Maleo, yakni di Desa Pusian dan Tambun di Kabupaten Bolaang Mongondow dan di Desa Mataindo, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

Pusian dan Tambun berada di dalam wilayah Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW), sementara di Mataindo berbatasan dengan kawasan TNBNW.

Ketiga tempat itu memiliki karakter yang berbeda. Di Pusian, Maleo datang bertelur di area berpasir yang terdapat di tepi sungai Muara Pusian. Di Tambun, Maleo datang bertelur di tanah keras di antara pepohonan. Di Mataindo, di Tanjung Binerean, Maleo bertelur di pasir pantai.

Maleo selalu mencari lokasi bertelur yang punya panas dengan ukuran tertentu, pada waktu pagi atau menjelang sore. Di Pusian, dapat dilihat uap yang keluar dari air sungai di dekat tempat bertelur. Sementara di Tambun, pengunjung dapat mandi di mata air panas.

Di Pusian dan Tambun, Balai TNBNW telah mendirikan sarana penginapan. Dari Manado, ketiga tempat tersebut dapat ditempuh dengan mengggunakan kendaraan bermotor selama 4 – 5 jam.

Di Tambun, kegiatan lainnya yang bisa dilakukan adalah birdwathcing. Disini terdapat banyak sekali jenis burung.

Untuk ke Tanjung Binerean, masih dibutuhkan lagi sekitar 2 (dua) jam perjalanan. Tiba di desa Mataindo, perjalanan diteruskan dengan perahu melewati depan garis pantai yang indah. Matahari terbit dan terbenam di Tanjung Binerean sangat mempesona.