Kebun Raya Ratatotok merupakan kawasan seluas 200 hektar bekas area penambangan emas. Kini kawasan itu telah kembali ditumbuhi oleh ratusan pohon yang terdiri dari 145 spesis, dan menjadi habitat dari 109 spesis burung migrasi menetap.

Untuk menelusuri kebun raya ini, pengunjung harus menyewa mobil bermesin double gardan karena jalannya lumayan menantang. Jalanannya yang berbatu memicu adrenalin saat kenderaan menerobos pohon-pohon setinggi 7-8 meter. Vegetasinya bervariasi dan padat.

Namun jika tidak ingin berkendaraan, dapat melakukan tracking dengan jalur tanjakan yang lumayan. Kebun Raya ini sudah siap didatangi wisatawan. Tak ada lagi bekas tambang sama sekali, padahal dulu di sana mesin-mesin mengali lubang untuk mencari emas. Kini semuanya direklamasi, mesin-mesin dan bangunan dibongkar tanpa bekas. Yang ada hanyalah berbagai jenis pohon yang berlomba mencapai sinar matahari.

Sepanjang jalan di dalam hutan, suara berbagai jenis burung terdengar, seperti teriakan Julang Sulawesi. Elang Bondol juga terlihat bermanuver di udara memasang matanya yang awas mengintai mangsa di antara rimbunnya pepohonan.

Salah satu spot menarik adalah titik pengamatan Vein Hein, ini merupakan lubang utama Newmont mengeksplorasi emas. Tapi kini lubang itu sudah berganti menjadi danau dengan ikan-ikan yang berkeriapan, dengan kedalaman sekitar 50 meter.

Dari titik pengamatan ini, nampak tajuk hutan menjadikan pemandangan terlihat hijau menyejukkan mata. Di sebelah kiri terhampar perkampungan di sepanjang Ratatotok Raya yang melingkupi sembilan desa. Di sebelah kanan, punggung-punggung bukit Bolaang Mongondow Timur seolah menjadi benteng bagi Teluk Buyat.

Untuk menuju kebun raya ini dari Manado, diperlukan sedikitnya 4 jam perjalanan. Lumayan jauh, tetapi pengunjung dapat sekaligus menyinggahi beberapa destinasi wisata lainnya di Minahasa.