
PULAU Makalehi merupakan pulau terluar dari Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), bahkan merupakan salah satu dari 92 pulau terluar Indonesia.
Memiliki luas sekitar 300 Ha. Seluruh masyarakatnya berprofesi nelayan dan ahli membuat Kapal Pajeko (kapal penangkap ikan). Butuh waktu perjalanan selama 60-90 menit utuk mencapai Makalehi dari pelabuhan Ulu Siau.
Kawah dari pulau ini membentuk sebuah danau yang sangat indah. Keindahan danau ini bisa dinikmati dari atas bukit yang mengelilinginya. Hampir seluruh masyarakat Makalehi hidup di sekitar danau yang sekaligus menjadi sumber air bagi kehidupan. Karena masyarakat Makalehi rata-rata tidak gemar mengonsumsi ikan air tawar, wisatawan bisa memancing ikan di danau dengan alat pancing yang sederhana. Ikan yang jumlahnya berlimpah bisa dipancing dengan mudah.
Di perbukitan area danau terdapat sekumpulan tengkorak yang sejauh ini masih dipenuhi misteri, yang oleh masyarakat setempat disebut Tembo Yonding. Masyarakat percaya tengkorak-tengkorak ini merupakan penjaga Pulau Makalehi. Jika kumpulan tengkorak ini diganggu, masyarakat yakin akan mendatangkan angin ribut yang mengakibatkan gelombang laut yang berbahaya bagi nelayan.
Pulau Makalehi menawarkan sejuta eksplorasi alam yang menantang, di samping alam laut yang indah dan kehidupan nelayan yang dinamis. Di pulau ini, wisatawan bisa ikut serta membakar ikan segar yang baru ditangkap.