Bukit Kasih merupakan areal wisata religi yang wajib didatangi wisatawan yang berkunjung ke Sulawesi Utara. Areal Bukit Kasih terdapat di Desa Kanonang, Kecamatan Kawangkoan, Kabupaten Minahasa.

Tempat Wisata Bukit Kasih mulai dibangun Pemerintah Provinsi Sulut tahun 1999 dan mulai terkenal sejak tahun 2004. Awalnya, Bukit Kasih ini digunakan sebagai tempat pertemuan dan ikrar pemuka lima agama yang ada di Sulut yakni Islam, Kristen Protestan, Kristen Katholik, Budha dan Hindu.

Oleh masyarakat sekitar, lokasi yang kini menjadi Bukit Kasih dipercaya sebagai tempat tinggal leluhur Minahasa, yakni Toar dan Lumimuut. Sosok Toar dan Lumimuut diabadikan dalam bentuk patung yang berdiri menghadap ke arah lima rumah ibadah yang dibangun di puncak Bukit Kasih.

Wisatawan memerlukan waktu sekitar satu jam dari Manado untuk tiba di Bukit Kasih.

Setelah membayar retribusi, wisatawan akan disambut oleh para penjual cindera mata yang menjajakan kalung, cincin, gelang, penjual topi dan berbagai pernik lainnya. Biasanya penjual cindera mata ini bisa juga menjadi pemandu.

Di Bukit Kasih ada tugu yang tingginya sekitar 22 meter berbentuk segi lima. Masing- sisinya terdapat ayat-ayat suci dari ke-5 agama yang ada di Indonesia yang isinya ajakan menuju kedamaian. Tugu ini menggambarkan kerukunan antar-umat beragama yang ada di Sulawesi Utara.

Berwisata ke Bukit Kasih belumlah lengkap jika tidak mendaki ke bagian puncaknya. Untuk mencapai puncak, wisatawan harus menaklukkan sekitar 2.000 anak tangga. Bagi yang belum terbiasa, mendaki anak tangga di Bukit Kasih rasanya sedikit menegangkan karena di bagian kiri atau kanan terdapat jurang yang curam. Area Bukit Kasih terdapat pada ketinggian 1.000 sampai 1.300 meter dari permukaan laut. Udara cenderung dingin dan kadang-kadang disertai kabut tipis bercampur dengan asap belerang.

Di puncak bukit tertinggi terdapat salib besar berwarna putih yang menjulang dan lima rumah ibadah yang menandai kerukunan antar-umat beragama yang ada di Sulut. Pemandangan di puncak Bukit Kasih sangat indah. Bahkan wisatawan bisa melihat Danau Tondano yang membiru di kejauhan.