Jauh sebelum adanya pengaruh Barat, kolintang sudah dikenal oleh masyarakat Minahasa. Alat musik ini terbuat dari kayu-kayuan welesi atau wenderan. Jenis kayu ini dapat menimbulkan bunyi-bunyi yang merdu.

Alat musik ini sering dipakai pada acara-acara khusus seperti pada pesta perkawinan, syukuran, dan untuk mengiringi nyanyian dan tarian. Dalam perkembangnnya, kolintang sebagai suatu alat musik penyebarannya sudah meluas tersebar melalui jalur perdagangan antar pulau.