Musik Klarinet bermula dari alat musik tiup yang disebut ‘suling’ atau ‘susulingan’ yang terbuat dari bambu kecil (bulu tui, atau wulud), dengan panjang 20-30 cm.

Seiring dengan kedatangan bangsa Eropa di Tanah Minahasa, alat musik suling tidak lagi berdiri sendiri melainkan dilengkapi dengan alat musik tiup lainnya yang sejenis dengan bunyi irama dan nada yang berbeda seperti corno, bass dan contrabass, sehingga terbentuklah satu bentuk musik orkestra dan dikenal dengan Musik Klarinet.